>المصدر<


الإمام ناصر محمد اليماني
Imam Nasser Muhammad Al-Yamani
10 - 09 - 2011
12 - 10 - 1432
10:58 am
ـــــــــــــــــــــــــ ــــــــــــ


بيانٌ من الإمام المهدي المنتظر عن قدرات وصفات الجنّ والملائكة، وعن فتنة المسيح الدجّال..

PERNYATAAN DARI IMAM MAHDI AL-MUNTAZHAR TENTANG KEMAMPUAN JINN, MALAIKAT DAN FITNAH (KEBOHONGAN) DAJJAL


بسم الله الرحمن الرحيم، والصلاة والسلام على جدّي النبيّ الخاتم ورحمة الله وبركاته وعليه وعلى آله الأطهار وجميع أنصار الله في خلقه إلى يوم الدين..

Dengan nama Allah yang maha penyayang dan maha pengasih, damai dan berkah atas kakek saya (beserta ahlul bayt) nabi yang terakhir. Semoga kasih & berkah Allah atasnya dan semua semua keturunannya yang disucikan dan semua yang mengikuti jalan Allah sampai hari penghakiman.


ويا حبيبي في الله أبو روان لقد أفتاكم الرحمن في محكم القرآن أنه خلق الجانّ من نار السَّموم، وقال سبحانه في محكم القرآن: {وَالْجَآنَّ خَلَقْناهُ مِن قَبْلُ مِن نَّارِ السَّمُومِ} صدق الله العظيم [الحجر:27]. والسَّموم هي نار جهنم. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ ﴿٤١﴾ فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ ﴿٤٢﴾} صدق الله العظيم [الواقعة].

Allah maha pengasih telah memberikan anda fatwa (aturan) dalam Al-Qur’an bahwa Dia menciptakan jin dari api (Al-Samoom) dan Dia mengatakan dalam Al-Qur’an.

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُومِ [١٥:٢٧]

Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.


Al-Samoom adalah api neraka, sesuai perkataan Allah :

وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ مَا أَصْحَابُ الشِّمَالِ [٥٦:٤١]

Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu?

فِي سَمُومٍ وَحَمِيمٍ [٥٦:٤٢]

Dalam (siksaan) angin yang amat panas, dan air panas yang mendidih


والجانّ الذي خلق الله أباهم من نارٍ وأكرم لمن يشاء منهم بصفاتٍ ملائكيّةٍ بقدرة التحوّل في خلقهم بالتشبه بخلقٍ آخر فتنةً لهم أيشكرون أم يكفرون ويستكبرون ويغترون بخلقهم. كمثل إبليس وذريته يحملون صفاتاً من صفات الملائكة، أي يحمل من صفات الملائكة بقدرة التحوّل من خَلْقِ الجنّ إلى التمثل بخَلْقٍ آخر. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ يَا مُوسَى أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ} صدق الله العظيم [القصص:31].

Jin yang ayahnya diciptakan oleh Allah dari api, dengan kehendak Allah mereka telah diberi sifat malaikat, yang kemampuannya bisa merubah tubuhnya menyerupai ciptaan yang lainnya, untuk menguji mereka (untuk mencoba mereka) apakah mereka akan bersyukur kepada Allah atau terlalu bangga terhadap dirinya sendiri.

Setan (Lucifer-Iblis) dan anak cucunya telah memiliki sifat-sifat malaikat yang kemampuannya merubah dari bentuk jin ke bentuk ciptaan yang lainnya sesuai dengan firman Allah:

وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ أَقْبِلْ وَلَا تَخَفْ ۖ إِنَّكَ مِنَ الْآمِنِينَ [٢٨:٣١]

Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. (Kemudian Musa diseru): "Hai Musa datanglah kepada-Ku dan janganlah kamu takut. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang aman.


ويقصد الله تعالى بقوله: {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ} أي أنها تحولت من عصا إلى ثعبانٍ، ونستنبط من ذلك صفة تَميَّز بها الجنّ بقدرة التحوّل من خلقهم فيتشبهون بخلقٍ آخر. ولذلك قال الله تعالى: {وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ} صدق الله العظيم، ونستنبط من ذلك قدرة الجنّ على التحوّل بإذن الله من خلقهم فيتمثلون بخلقٍ آخر، وكذلك الملائكة من النور ميّزهم الله كذلك بهذه الصفة وهي قدرة التمثل، ولذلك قال الله تعالى: {فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا} صدق الله العظيم [مريم:17].

Apakah yang Allah maha agung maksud dalam perkataan ini:

Dan lemparkanlah tongkatmu.
Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh.

Apakah itu merubah bentuk tongkat menjadi bentuk ular. Dari itu kami mendapatkan sifat nyata dari jin yang memiliki kemampuan berubah seperti ciptaan-ciptaan yang lainnya.

Oleh karena itu Allah yang agung berkata:

وَأَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ

Dan lemparkanlah tongkatmu. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seolah-olah dia seekor ular yang gesit.

Dari itu kita mendapati bahwa jin memiliki kemampuan berubah dengan ijin Allah ke bentuk yang berbeda. Sama pada malaikat yang diciptakan dari cahaya spiritual yang memiliki kemampuan yang sama.

Dari itu Allah maha agung berkata:

…. فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا [١٩:١٧]

lalu Kami mengutus roh Kami (Malaikat jibril) kepadanya (Maryam), maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.


وبعد أن خلق الله آدم وأمر الملائكة بالسجود لآدم فسجدوا كلهم أجمعون. تصديقاً لقول لله تعالى: {وَإِذْ قَالَ رَ‌بُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرً‌ا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٢٨﴾ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّ‌وحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ﴿٢٩﴾ فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٣٠﴾ إِلَّا إِبْلِيسَأَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣١﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ‌ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٣٣﴾ قَالَ فَاخْرُ‌جْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَ‌جِيمٌ ﴿٣٤﴾ وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ ﴿٣٥﴾ قَالَ ربّ فَأَنظِرْ‌نِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ﴿٣٦﴾ قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِ‌ينَ ﴿٣٧﴾ إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الحجر].

Allah telah menciptakan Adam dan memerintahkan semua malaikat untuk merendah kepadanya (Adam).

Allah berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [١٥:٢٨]

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ [١٥:٢٩]

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ [١٥:٣٠]

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,

إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ [١٥:٣١]

kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ [١٥:٣٢]

Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"

قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [١٥:٣٣]

Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"

قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ [١٥:٣٤]

Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk,

وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ الدِّينِ [١٥:٣٥]

dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat".

قَالَ رَبِّ فَأَنْظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ [١٥:٣٦]

Berkata iblis: "Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia) dibangkitkan,

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِينَ [١٥:٣٧]

Allah berfirman: "(Kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh,

إِلَىٰ يَوْمِ الْوَقْتِ الْمَعْلُومِ [١٥:٣٨]

sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan


وهنا سؤالٌ يطرح نفسه فبما أنَّ إبليس استثناه الله من الملائكة أنه لم يكن من الساجدين بدليل قول الله تعالى: {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا ﴿٦١﴾ قَالَ أَرَ‌أَيْتَكَ هَـٰذَا الَّذِي كَرَّ‌مْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْ‌تَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّ‌يَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٦٢﴾ قَالَ اذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَّوْفُورً‌ا ﴿٦٣﴾ وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَ‌جِلِكَ وَشَارِ‌كْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُ‌ورً‌ا ﴿٦٤﴾ إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَ‌بِّكَ وَكِيلًا﴿٦٥﴾} [الإسراء].

Allah mengeluarkan setan (Lucifer-Iblis) dari malaikat-malaikat karena dia TIDAK TERMASUK mereka yang merendahkan dirinya (sujud).

Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ قَالَ أَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا [١٧:٦١]

Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu semua kepada Adam", lalu mereka sujud kecuali iblis. Dia berkata: "Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?"

قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَٰذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا [١٧:٦٢]

Dia (iblis) berkata: "Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil".

قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا [١٧:٦٣]

Tuhan berfirman: "Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup.

وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلَّا غُرُورًا [١٧:٦٤]

Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka.

إِنَّ عِبَادِي لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَانٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا [١٧:٦٥]

Sesungguhnya hamba-hamba-Ku, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka. Dan cukuplah Tuhan-mu sebagai Penjaga".


وقال الله تعالى: {وَإِذْ قَالَ رَ‌بُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرً‌ا مِّن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٢٨﴾ فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّ‌وحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ ﴿٢٩﴾ فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ ﴿٣٠﴾ إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣١﴾ قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ ﴿٣٢﴾ قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ‌ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ ﴿٣٣﴾} صدق الله العظيم [الحجر].

Allah yang Maha Agung berfirman:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [١٥:٢٨]

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ [١٥:٢٩]

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.

فَسَجَدَ الْمَلَائِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ [١٥:٣٠]

Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,

إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ أَنْ يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ [١٥:٣١]

kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu.

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ [١٥:٣٢]

Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?"

قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ [١٥:٣٣]

Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"


والسؤال الذي يطرح نفسه هو: فهل إبليس من الملائكة الذين خلقهم الله من نور أم من ملائكة الجان من نارٍ؟ وتجدون الجواب في محكم الكتاب في قول الله تعالى: {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآِدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الجنّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلاً} صدق الله العظيم [الكهف:50].

Sebuah pertanyaan ditanyakan disini:

Apakah iblis (Lucifer) adalah salah satu dari malaikat yang diciptakan dari cahaya spiritual atau salah satu jin yang diciptakan dari api
?

Anda menemukan jawaban di Al-Qur'an yang suci:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا [١٨:٥٠]

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti bagi orang-orang yang zalim.


وكذلك الجنّ ينقسمون إلى صنفين اثنين بسبب التحوّل في خلقهم بالتشبه إلى خلق آخر بقدرة الله في التحوّل في الخلق بالتشبه بخلقٍ آخر بدليل قول الله تعالى: {فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّى مُدْبِرًا} صدق الله العظيم، وليس أنّ الجنّ ثعابين، وإنما يقصد الله أنّ موسى رآها تحولت من عصا إلى ثعبانٍ مبينٍ؛ بمعنى فلما رأى العصا تحولت من عصا إلى خلق آخر ثعبان حيّ مبين كأنها جانّ تملك قدرة التحوّل بالتشبه بخلقٍ آخر، ولذلك قال الله تعالى: {وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَ‌آهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرً‌ا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْ‌سَلُونَ﴿١٠﴾} صدق الله العظيم [النمل].

Jin ada dua macam menurut kemampuannya untuk merubah wujudnya sehingga terlihat seperti makhluk-makhluk yang lainnya dengan ijin Allah.

Allah SWT berfirman :

فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا[٢٧:١٠]

dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala Musa melihatnya bergerak-gerak seperti jin, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh.

Hal itu bukan berarti jin adalah ular tapi yang Allah SWT maksudkan bahwa Musa melihatnya berubah dari tongkat menjadi ular yang besar.

Maksudnya; Dia menunjukkan bahwa tongkat itu memiliki kemampuan merubah diri seperti jin yang memiliki kemampuan ini.

Allah SWT berfirman:

وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ [٢٧:١٠]

dan lemparkanlah tongkatmu". Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular) dan Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. "Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.


ومن خلال ذلك نستنبط فتوى الله من صفات الجنّ في الخلق: أنه منحهم قدرة التحوّل إلى خلقٍ آخر بمجرد إرادتهم في أنفسهم أن يتمثلوا بخلقٍ آخر، فيتمثلون بقدرةٍ من الله وليس من عند أنفسهم، ولكن ذلك يحدث فقط إن يشأ الله. والصفات الملائكيّة لقدرة التحوّل أكرم الله بها طرائق من عالم الجنّ وكذلك عالم الملائكة من نور، فأي ملك يريد أن يظهر للناس فإنه حتماً سوف يتمثل لهم إلى رجلٍ من البشر، والله هو الذي جعل لهم قدرة الاستواء والتمثل إلى خلقٍ آخر. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَاهُ رَ‌جُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ﴿٩﴾} صدق الله العظيم [الأنعام]، كمثل جبريل عليه الصلاة والسلام حين أرسله إلى محمد رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم قال الله تعالى: {عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ ﴿٥﴾ ذُو مِرَّ‌ةٍ فَاسْتَوَىٰ ﴿٦﴾} صدق الله العظيم [النجم].

Melalui kejadian tersebut kita belajar dari kata-kata Allah tentang sifat-sifat jin yang diberi kemampuan merubah wujud seperti makhluk-makhluk yang lain kapanpun mereka inginkan dengan ijin Allah dan kejadian itu hanya dengan kehendak Allah

Perubahan sifat seperti malaikat ini diberikan kepada sekelompok jin oleh Allah. Sama seperti malaikat yang diciptakan dari cahaya spiritual yang dapat menjelma, maka setiap malaikat dapat menampakkan diri kepada orang-orang dalam bentuk seorang manusia
.

Allah SWT adalah satu-satunya yang memberikan mereka kemampuan untuk menjelma dalam wujud seorang manusia.

Allah berfirman:

وَلَوْ جَعَلْنَاهُ مَلَكًا لَجَعَلْنَاهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِمْ مَا يَلْبِسُونَ [٦:٩]

Dan kalau Kami jadikan rasul itu malaikat, tentulah Kami jadikan dia seorang laki-laki dan (kalau Kami jadikan ia seorang laki-laki), tentulah Kami meragu-ragukan atas mereka apa yang mereka ragu-ragukan atas diri mereka sendiri.

Contoh untuk itu adalah Jibril As saat dia diutus kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Allah SWT berfirman :

عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَىٰ [٥٣:٥]

yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat.

ذُو مِرَّةٍ فَاسْتَوَىٰ [٥٣:٦]

yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa manusia biasa.


وإنما الاستواء هو التمثل إلى رجل سويٍ من البشر، فكذلك حين أرسل الله الرسول جبريل ومن معه من الملائكة إلى مريم ومن ثم تمثل لها جبريل إلى رجل لكي تراه كونه من سوف يخاطبها، وقال الله تعالى: {فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَراً سَوِيّاً} صدق الله العظيم [مريم:17].

Perubahan ini untuk menjelma dalam wujud seseorang yang bebas dari cacat.

Juga terjadi saat Allah SWT mengutus Jibril As dengan beberapa malaikat dengannya kepada Maryam, Jibril berubah dalam wujud manusia karena dia adalah sosok yang akan berbicara padanya (Maryam).

Allah SWT berfirman:

فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا [١٩:١٧]

….lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna.


إذاً فالصفة الملائكيّة لقدرة التمثل جعلها للملائكة الجنّ من النار وللملائكة من النور بشكل عام، والجنّ ينقسمون إلى صنفين بسبب قدرة التحوّل في خلقهم من الله الذي خلقهم.

Jadi kemampuan sifat malaikat untuk berubah wujud diberikan kepada sekelompok jin yang mana jin dengan kemampuan berubah wujud seperti malaikat diciptakan dari api dan telah diberikan kepada semua malaikat yang diciptakan dari cahaya. Dan Jin dibagi dalam dua kelompok dalam hal kemampuan berubah wujud.


ولربّما يودّ أن يقاطعني أحبتي الأنصار فيقول: "يا إمامي وهل من ذرية آدم من سوف يمنحهم الله صفة التحوّل من باب التكريم إلى ملائكةٍ من النور من الذين يجعلهم الله خلفاء لخليفة ربّهم على شعوب العالمين؟". ومن ثم نترك الرد عليه من الله مباشرة: {وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ} صدق الله العظيم [الزخرف:60].

Mungkin salah satu dari pengikut/pendukung yang saya cintai akan menyela saya untuk bertanya:

Wahai imam, akankah Allah memberikan kepada beberapa anak cucu adam dan memberikannya kemampuan untuk berubah menjadi malaikat dari cahaya sehingga mereka menjadi dihormati, mereka yang Allah akan jadikan para penguasa di bumi setelah /masa/zaman/waktu khalifah Allah
?

Kami tinggalkan jawaban untuk pertanyaan ini untuk dijawab secara langsung dari Allah

وَلَوْ نَشَاءُ لَجَعَلْنَا مِنْكُمْ مَلَائِكَةً فِي الْأَرْضِ يَخْلُفُونَ [٤٣:٦٠]

Dan kalau Kami kehendaki benar-benar Kami jadikan sebagai gantimu di muka bumi malaikat-malaikat yang turun temurun.


ومن ثم ننصحكم أحبتي في الله أن تدعوا الله أن لا يجعلكم ملائكة من البشر، حتى لا تكونوا سبب عودة الناس إلى الكفر بالمغالاة فيكم من بعد موتكم فيدعونكم من دون الله، فتنازلوا عن هذا التكريم العظيم لكم من ربكم من أجل تحقيق النعيم الأعظم من ذلك التكريم حتى لا تكونوا سبباً آخر في عودة الناس إلى الشرك بعد إذ هداهم الله جميعاً كونهم سوف يبالغون فيكم من بعد موتكم حتى يدعونكم من دون الله.

Nasehat saya untuk anda semua orang-orang yang kucintai adalah beribadah kepada Allah dan tidak menjadikan anda malaikat-malaikat (manusia bersifat malaikat) maka dari itu anda jangan menyebabkan orang-orang yang akan datang setelah anda untuk menyanjung anda setelah anda meninggal dan berdo’a pada anda selain berdo’a pada Allah.

Maka merendahlah/sujudlah, kemurahan yang besar ini adalah tawaran dari Tuhanmu untuk memenuhi kesenangan yang besar (Al-Naeem Al- Aazam) dari Allah supaya tidak menjadi alasan bagi orang-orang untuk kembali syirik (Politeisme) setelah Allah akan telah membimbing semua manusia, karena orang-orang akan berdo’a kepada anda setelah kematian anda dan tidak berdo’a kepada Allah SWT.


أفلا تعلمون أنّ أبويكم آدم وحواء ليعلما بحدث التحوّل المنتظر من بشرٍ إلى ملائكةٍ ولذلك أوهمهما إبليس أنه قد أكل هو وزوجته من الشجرة حتى صارا ملكين؟ وأنه إذا أراد أن يملك هو وزوجته قدرة التحوّل من بشر إلى ملكين فيكونا خالدين لا يموتا ما دامت الحياة الدنيا فعليهما أن يأكلا من هذه الشجرة؟ وأوهمهما أنّ الجنّ الملائكة إنما أكلوا من هذه الشجرة فصار لديهم قدرة التحوّل من جنٍّ إلى ملائكة، ولذلك قال إبليس لآدم وزوجته: {مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَنْ تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ} صدق الله العظيم [الأعراف:20].

Tidakkah anda tahu bahwa orang tua anda Adam dan Hawa telah memiliki pengetahuan dari penantian ini untuk berubah menjadi malaikat? Karena itu Iblis (Lucifer) membohongi mereka bahwa jika Adam dan istrinya memakan dari pohon (Khuldi) mereka akan menjadi malaikat.

Dan bahwa jika Adam dan Hawa ingin memperoleh kemampuan untuk berubah dari manusia menjadi malaikat untuk menjadi abadi dan tidak pernah mati selama kehidupan pertama ini tidak selesai, mereka harus memakan (khuldi) dari pohon itu.

Iblis (Lucifer) bercerita kepada mereka bahwa malaikat dan jin memakan dari pohon itu dan itulah alasan bahwa jin menjadi mampu merubah diri menjadi malaikat.

Dia (Iblis/Lucifer) berkata:

مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ [٧:٢٠]

“Tuhanmu tidak melarang kamu, pohon ini aman, kamu seharusnya menjadi malaikat atau menjadi keabadian”
(Surah Al-Aaraf : 20)


فظنّ آدم وحواء أنّه سيكون السبب في الحدث المنتظر أن يجعل الله ملائكةً من البشر في الأرض يخلفون؛ ظنّوا أن السرّ هو في تلك الشجرة ولذلك نهاهم الله أن يأكلوا، وظنوا أن سرّ التحويل إلى ملائكة هو في تلك الشجرة وأنهما لو أكلا منها لصار لديهما قدرة التحوّل إلى ملائكة فيكونا كمثل إبليس وزوجته ملكين. ويا سبحان الله العظيم! ولكن آدم وحواء عليهما الصلاة والسلام يجهلان حقيقة اسم الله الأعظم ولذلك أكلا من الشجرة حتى يكونا ملكين ويكونا من الخالدين في تلك الجنة ما دامت الحياة الدنيا فخسِرا النعيم الأعظم والنعيم الأصغر. وقال الله تعالى: {وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَ‌بَا هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ ﴿١٩﴾ فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِ‌يَ عَنْهُمَا مِن سَوْآتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَ‌بُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ ﴿٢٠﴾ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ ﴿٢١﴾ فَدَلَّاهُمَا بِغُرُ‌ورٍ‌ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَ‌ةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَ‌قِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَ‌بُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَ‌ةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٢٢﴾ قَالَا رَ‌بَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ‌ لَنَا وَتَرْ‌حَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِ‌ينَ ﴿٢٣﴾ قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ مُسْتَقَرٌّ‌ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿٢٤﴾ قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَ‌جُونَ ﴿٢٥﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

Maka Adam dan Hawa mengira bahwa alasan untuk peristiwa yang ditunggu, yang mana Allah membuat malaikat-malaikat dari manusia di bumi akan memakan dari pohon itu.

Mereka berpikir bahwa alasan mengapa Allah melarang mereka untuk makan darinya dan bahwa pohon itu adalah rahasia untuk mendapatkan kemampuan untuk berubah maka mereka menjadi malaikat seperti Iblis (Lucifer) yang mampu melakukannya.

Maha Mulia Allah yang maha agung. Adam dan Hawa alaihis salam, tidak memiliki pengetahuan mengenai kebenaran dari kebesaran nama Allah (keridhoan yang terbesar) maka mereka makan dari pohon itu dan kehilangan keridhoan yang terbesar dari Allah dan kehilangan pelajaran keridhoan untuk tinggal di kebun (surga).

Allah SWT berkata :

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ [٧:١٩]

“Dan wahai Adam, tinggallah kamu dan istrimu di kebun (surga), dan makanlah daripadanya sesuai yang kalian berdua inginkan, tapi jangan dekati pohon ini kalau kalian tidak ingin menjadi orang-rang yang dholim (tidak adil pelaku dosa)

Kemudian Syaiton membisikkan untuk mempengaruhi mereka berdua supaya membuka yang telah disembunyikan dari mereka yaitu kemaluan mereka (bagian yang dirahasiakan); sebelumnya dia (setan/Iblis) berkata :

مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ [٧:٢٠]

“Tuhanmu tidak melarang kamu, pohon ini aman, kamu seharusnya menjadi malaikat atau menjadi keabadian”

Dan dia (syaitan) bersumpah (demi Allah) kepada mereka berdua (Adam & Hawa) dan mengatakan :

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ [٧:٢١]

"Sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasehat kepada kamu berdua",

فَدَلَّاهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۖ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ [٧:٢٢]

Maka dia (setan) menyesatkan mereka dengan kebohongan. Kemudian saat mereka merasakan pohon itu, yang mana telah disembunyikan dari mereka kemaluannya (bagian tersembunyi) menjadi nyata untuk mereka dan mereka mulai menutup diri mereka dengan daun dari kebun (surga). Dan Tuhan mereka menyeru mereka dan berkata : “Tidakkah aku melarangmu mendekati pohon itu dan mengatakan padamu bahwa Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian?"

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ [٧:٢٣]

Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ [٧:٢٤]

Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebagian dari kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ [٧:٢٥]

Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.


ولربّما يودّ أن يقاطعني حبيبي في الله إبراهيم فيقول: "فما يقصد الله بقوله: {اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ وَلَكُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ مُسْتَقَرٌّ‌ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ ﴿٢٤﴾ قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَ‌جُونَ﴿٢٥﴾} صدق الله العظيم، فهل يمكن أن يكون الهبوط من الأرض إلى الأرض؟". ومن ثمّ يردّ عليه الإمام المهدي ناصر محمد اليماني ونفتيه بالحقّ ونقول: إنما الهبوط هو من الأرض إلى الأرض كمثل هبوط بني إسرائيل من الأرض إلى الأرض كونهم استبدلوا الذي هو أدنى بالذي هو خير. وقال الله تعالى: {وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَى لَن نَّصْبِرَ عَلَىَ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّآئِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَى بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ اهْبِطُواْ مِصْراً فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ} صدق الله العظيم [البقرة:61].

Satu dari orang-orang tercintaku mungkin ingin menyela untuk bertanya:

Apa yang dimaksud Allah antara lain:

قَالَ اهْبِطُوا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِي الْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَاعٌ إِلَىٰ حِينٍ [٧:٢٤]

Allah berfirman: "Turunlah kamu sekalian, sebagian dari kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan".

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ [٧:٢٥]

Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

Dapat “turun” dari bumi ke bumi
?

Kemudian Imam pembimbing yaitu Nasser Muhammad Al-Yamani menjawab fatwa (aturan) yang benar :

Maksud dari “turunlah” adalah dari bumi ke bumi seperti saat anak-anak Israel turun dari bumi ke bumi karena mereka menggantinya dari yang lebih baik dengan yang lebih rendah.

Firman Allah Ta'ala:

وَإِذْ قُلْتُمْ يَا مُوسَىٰ لَن نَّصْبِرَ عَلَىٰ طَعَامٍ وَاحِدٍ فَادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُخْرِجْ لَنَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ مِن بَقْلِهَا وَقِثَّائِهَا وَفُومِهَا وَعَدَسِهَا وَبَصَلِهَا ۖ قَالَ أَتَسْتَبْدِلُونَ الَّذِي هُوَ أَدْنَىٰ بِالَّذِي هُوَ خَيْرٌ ۚ اهْبِطُوا مِصْرًا فَإِنَّ لَكُم مَّا سَأَلْتُمْ [٢:٦١]

Dan ketika kamu (anak-anak Israel) berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. maka mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia membawakan seterusnya bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Akankah kamu mengambil yang lebih rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta".


إذاً فالهبوط إنما يقصد الله به الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، كمثل خروج آدم من جنة الله في جوف الأرض إلى أرض الشقاء والتعب في طلب الرزق على سطح الأرض وقد كان في أرض لا يجوع فيها ولا يظمأ ولا يعرى، وإنما الهبوط هو الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، ولذلك قال الله تعالى: {وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا ﴿١١٥﴾ وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ ﴿١١٦﴾ فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَـٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِ‌جَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ ﴿١١٧﴾ إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَ‌ىٰ ﴿١١٨﴾ وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ ﴿١١٩﴾ فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَ‌ةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿١٢٠﴾ فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَ‌قِ الْجَنَّةِ وَعَصَىٰ آدَمُ رَ‌بَّهُ فَغَوَىٰ ﴿١٢١﴾ ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَ‌بُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ ﴿١٢٢﴾ قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ﴿١٢٣﴾} صدق الله العظيم [طه].

Maksud Allah SWT dengan turunlah adalah untuk mengganti yang lebih baik dengan yang lebih rendah, seperti saat Adam turun dari kebuh (surga dalam bumi) ke bumi yang melelahkan dan menyulitkan dalam mencari makan pada permukaan bumi, ketika dia berada dalam bumi dimana dia tidak akan lapar ataupun haus dan tidak juga telanjang. Untuk “Turun” adalah merubah dari yang lebih baik menjadi lebih rendah.

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَىٰ آدَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا ﴿١١٥﴾ وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ ﴿١١٦﴾ فَقُلْنَا يَا آدَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ الْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰ ﴿١١٧﴾ إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ ﴿١١٨﴾ وَأَنَّكَ لَا تَظْمَأُ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ ﴿١١٩﴾ فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ ﴿١٢٠﴾ فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ ﴿١٢١﴾ ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ ﴿١٢٢﴾ قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ ﴿١٢٣﴾

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat. (115)

Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (116)

Maka Kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. (117)

Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang, (118)

dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya". (119)

Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: "Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?" (120)

Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. (121)

Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. (122)

Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barangsiapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka. (123)


وتبيّن إنما الهبوط مجاز وهو الخروج من الذي هو خير إلى الذي هو أدنى، فأخرج الله آدم وزوجته وذريتهم في ظهره، وإنما فتنهم الشيطان بالجنة التي كانوا فيها وأوهمهم إنما نهاهم الله عن تلكما الشجرة كون فيها سرّ البقاء في الملك والخلد في الحياة فيما هم فيه إلى يوم القيامة، فلا يفتنكم الشيطان بتلك الجنة فتحرصون عليها كما حرص على البقاء فيها آدم وحواء، وإنما تلك الجنة هي فتنة المسيح الكذاب كون قصورها من الفضة وأبواب قصورها من الذهب وفيها زخرف كبير، فلا يكذب عليكم. وتالله إنّ ملائكة الرحمن سوف يخرجونه منها مذءوماً مدحوراً، وأنه لن يصدقكم بما وعدكم بها كونه سوف يتمّ إخراجه منها مذءوماً مدحوراً بجنود الله من الملائكة الذين أمرهم بطرد المسيح الكذاب من الجنة التي وعد الله بها قوماً يحبهم ويحبونه أن يستخلفهم في الأرض كما استخلف الذين من قبلهم، فيورثهم أرضاً ودياراً لم تطأها قدم أحدٍ من المُسلمين قط. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيارَهُمْ وَأَمْوالَهُمْ وَأَرْضًا لَمْ تَطَؤُها} صدق الله العظيم [الأحزاب:27].

Sekarang telah jelas apa yang dimaksud dengan “turunlah” yaitu mengganti yang lebih baik dengan yang lebih rendah, lalu Allah mengeluarkan Adam dan istrinya dari kebun (surga di dalam perut bumi) beserta keturunannya dari tulang rusuknya, dan setan menyesatkan dia dan istrinya karena mereka (Adam & hawa) menginginkan tetap di surga selamanya dan mendapatkan bisikan dari Iblis bahwa rahasia untuk mereka agar dapat tetap di dalam surga memiliki kerajaan yang kekal hingga hari penghakiman adalah memakan buah dari pohon.

Jadi jangan biarkan diri anda dibohongi oleh setan dengan surga yang sama dan jangan terlalu peduli untuk berada di dalamnya yaitu jalan orang tua anda Adam & Hawa terlalu peduli untuk tinggal di dalamnya.

Surga ini adalah fitnah (kebohongan/kesengsaraan) dari Dajjal dengan istana yang berkilau perak dan pintu emas mereka dan gerbang dengan hiasan/aksesoris emas, jadi jangan percaya kebohongannya.

Saya bersumpah demi Allah bahwa malaikat-malaikat Allah maha pengasih, akan mengeluarkan dia dari tempat itu serta dipermalukan dan ketakutan, dan setan (Lucife/Iblis) tidak akan memenuhi janjinya untuk anda yakni memberikan kebun (surga) kepada anda, karena dia akan diusir dari tempat itu dipermalukan dan ketakutan oleh tentara Allah.

Malaikat-malaikat yang akan diperintahkan untuk mengeluarkan Dajjal dari kebun (surga) yang Allah janjikan untuk orang-orang yang Dia cintai dan yang mencintai-Nya, untuk mengatur bumi. Seperti seseorang sebelum mereka mengaturnya, dan akan mewarisi tanah yang tidak seorang muslim pun pernah menginjakkan kakinya.

Allah SWT berfirman:

وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيَارَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ وَأَرْضًا لَّمْ تَطَئُوهَا [٣٣:٢٧]

Dan Dia mewariskan kepada kamu tanah-tanah, rumah-rumah dan harta benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu injak.


فأمّا المقصود بقوله تعالى {وَأَوْرَثَكُمْ أَرْضَهُمْ وَدِيارَهُمْ وَأَمْوالَهُمْ} صدق الله العظيم، فيقصد بذلك محمداً رسول الله والمسلمين الذين معه أنه أورثهم أرض شياطين البشر من اليهود الذين ينقضون عهد الله من بعد ميثاقه ويقطعون ما أمر الله به أن يوصل ويفسدون في الأرض. وأما قول الله تعالى: {وَأَرْضًا لَمْ تَطَؤُها} صدق الله العظيم؛ فيقصد بذلك الوعد قوماً آخرين من المسلمين وهو الإمام المهدي ومن صدّق دعوته واتبعه من المسلمين، فوعدهم الله أن يورثهم أرضاً ودياراً وأموالَ عالمِ الشياطين من الجنّ والإنس ومن كل جنسٍ بأرض لم تطؤوها، وتسمى في الكتاب جنة بابل استولى عليها الشيطان الملك هاروت وقبيله ماروت وذريتهم يأجوج ومأجوج بجنة بابل، وقد عمّروا قصورها من الفضة وأبواب قصورها من الذهب ليعطونها ويصرفوا لمن يكفر بالله ويتبع الشيطان؛ المسيح الكذاب ويصدّق أنه الرب فيعطيه قصراً من الفضة وأبوابه من الذهب وزخرفاً ومعارج في القصور عليها يظهرون إلى أعلى القصر وزخرفاً كبيراً.

Apa yang dimaksudkan dengan (dan Dia mewariskan kepada kamu tanah mereka dan rumah mereka dan kekayaan mereka?) adalah bahwa Allah bermaksud Rasulullah Muhammad dan orang-orang Muslim dengannya mewarisi tanah orang-orang Yahudi, setan berbentuk manusia yang memotong apa yang Allah perintahkan kepada mereka untuk bergabung dan mengacau di muka bumi.

Dan dengan
(dan tanah yang kamu tidak pernah menginjakkan kaki sebelumnya) Allah bermaksud mengijinkan kepada orang lain di antara muslim yaitu Imam Al-Mahdi (Imam Pembimbing) dan orang-orang di antara muslim yang percaya kepada Imam Al-Mahdi dan mengikutinya.

Allah menjanjikan mereka untuk mewarisi tanah dan rumah-rumah dan kekayaan dunia dari setan antara Jin dan Manusia di sebuah tanah yang disebut kebun Babil (Babilon) yang mana setan Harut (Lucifer) dan temannya Marut dan keturunannya Juj Majuj menempati dan membangun kerajaan-kerajaan perak dengan pintu-pintu emas untuk diberikan kepada mereka yang menolak Allah SWT dan mengikuti setan (Lucifer/Dajjal) yang percaya bahwa Dajjal adalah tuhan mereka untuk diberi kerajaan-kerajaan perak dengan pintu-pintu emas dan tangga untuk mereka mendaki kerajaan-kerajaan dengan banyak hiasan-hiasan.


وتلك هي فتنة المسيح الكذاب جنة بابل بالأرض ذات المشرقين، فلا يفتنكم الشيطان بتلك الجنة كما فتن أبويكم آدم وحواء بها، كونه أوهمهم أن لو يأكلون من الشجرة فسوف يكونون من الخالدين فيها، ولذلك أكلوا من الشجرة حرصاً منهم على البقاء فيها.

Itu adalah fitnah (kebohongan/kesengsaraan) dari Dajjal, Taman Babilon di bumi dari dua matahari terbit. Jadi agar anda tidak dibohongi Dajjal menggunakan kebun (surga) yang sama dan jangan terlalu peduli untuk berada di dalamnya sama seperti orang tua anda Adam dan Hawa yang terlalu peduli untuk tinggal dengan abadi di dalamnya yang jadi alasan mereka memakan dari pohon.


فلا يفتنكم الشيطان بها أنه سوف يورثكم إياها فإنه لمن الكاذبين، فسوف يهزمه الجيش الملائكي من النور بقيادة وزير المهدي المنتظر الملك جبريل عليه الصلاة والسلام، كون الله أمر الملك جبريل أن يتنزّل هو وجميع جند الله من الملائكة في السموات السبع ليكونوا ضمن جيش المهدي المنتظر، وأمرهم أن يطيعوا خليفة الله وعبده الإمام المهدي عبد النعيم الأعظم، ولسوف يقومون بمهمتهم بطرد المسيح الكذاب الملك هاروت وقبيله ماروت وذريتهم يأجوج ومأجوج من أرض بابل جنة الله في الأرض التي وضعها للأنام والراحة للجنّ والإنس. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَالْأَرْ‌ضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ﴿١٠﴾ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ﴿١١﴾ وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّ‌يْحَانُ ﴿١٢﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَ‌بِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾} صدق الله العظيم [الرحمن].

Jadi agar setan tidak menyesatkan anda dengan berkata bahwa dia akan memberikannya (surga) kepada anda karena bohong. Tentara malaikat yang diciptakan dari cahaya akan melawannya dibawah perintah malaikat Jibril As menteri dari Imam Mahdi yang dinantikan. Itu sebabnya Allah akan menurunkan seluruh tentaranya dari tujuh langit untuk menjadi tentara imam Mahdi yang dinantikan.

Dan Allah memerintahkan mereka untuk mentaati perintah-Nya, Khalifa (Imam), Para penyembah Allah atas kehendak-Nya. Dan segera mereka akan memenuhi misi mereka membuang Dajjal yang buruk dan terhina, malaikat Harut dan temannya Marut dan keturunannya Juj Majuj dari taman Babilon yang Allah buat untuk tempat istirahat manusia dan jin. Allah SWT berfirman :

وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ [٥٥:١٠]

Dan Bumi: Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-Nya.

فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ [٥٥:١١]

Di sana ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ [٥٥:١٢]

Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ [٥٥:١٣]

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?


وبما أن الله وضعها للثقلين من الجنّ والإنس ولذلك يخاطبهم بالمثنى: {وَالْأَرْ‌ضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ﴿١٠﴾ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ﴿١١﴾ وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّ‌يْحَانُ ﴿١٢﴾ فَبِأَيِّ آلَاءِ رَ‌بِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾} صدق الله العظيم. وتلك هي جنة الفتنة. ولذلك قال الله تعالى: {يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَ‌جَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِ‌يَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَ‌اكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَ‌وْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ﴿٢٧﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

Dan karena Allah telah membuatnya untuk manusia dan jin Dia alamatkan kata-kata-Nya kepada mereka

وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ [٥٥:١٠]

Dan Bumi: Allah telah meratakan bumi untuk makhluk-Nya.

فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ [٥٥:١١]

Di sana ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ [٥٥:١٢]

Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ [٥٥:١٣]

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Itu adalah kebun (surga) fitnah/kesengsaraan.

Karena itu Allah SWT berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ [٧:٢٧]

Hai anak cucu Adam! Jangan biarkan setan membohongi kalian, seperti yang dia lakukan kepada orang tuamu (Adam & Hawa) keluar dari kebun (surga), melepaskan mereka dari pakaian, untuk menunjukkan kemaluan mereka (bagian yang tersembunyi). Sesungguhnya, dia dan Qabiluhu (temannya/Marut atau tentaranya dari jin atau sukunya) melihatmu dari tempat dimana kamu tidak dapat melihat mereka. Sesungguhnya, kita membuat Shayateen (setan) Aulia (pelindung dan penolong) untuk mereka yang tidak beriman).


وسؤالٌ يطرح نفسه: فبماذا سوف يفتنهم الشيطان حتى يكفروا بالله الحق فيصدِّقوا أنّه الله؟ والجواب عن فتنة المسيح الكذاب أنها مُلكٌ ماديٌّ بجنة الفتنة وليس أن الله يمده بالمعجزات كما تزعمون، وقد أفتاكم الله في محكم الكتاب عن فتنة المسيح الكذاب في قول الله تعالى:{وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

Pertanyaan yang ditanyakan disini;

Apa itu Shaytan (setan) akan selalu berusaha untuk menyesatkan orang-orang sehingga mereka menjadi tidak beriman dan mempercayai dia (setan) adalah tuhan mereka?

Jawaban adalah kepemilikan material, Kebun (surga) yang didustakan dan itu tidak berarti bahwa Allah akan mendukungnya dengan keajaiban seperti yang kalian anggap.

Allah SWT telah memberimu fatwa (aturan yang benar) tentang kedustaan/kebohongan dari Dajjal ketika Allah berfirman:

وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ [٤٣:٣٣]

Dan jika bukan karena manusia akan bersatu menjadi satu bangsa (segala cita-cita kehidupan duniawi orang-orang yang tidak beriman) kami akan menyajikan untuk mereka yang tidak beriman dalam maha kasih Allah, atap perak untuk rumah-rumah mereka, dan tangga-tangga untuk mereka naiki.

وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ [٤٣:٣٤]

Dan untuk rumah-rumah mereka pintu-pintu dan tahta-tahta untuk mereka bersandar

وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ [٤٣:٣٥]

Dan perhiasan-perhiasan emas. Namun semua ini tidak akan ada artinya tetapi sebuah kesenangan dari dunia ini. Dan akhirat dengan Tuhanmu adalah hanya untuk orang-orang yang bertakwa (orang-orang beriman yang takut pada Allah).

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ [٤٣:٣٦]

Dan siapa saja yang berpaling dari mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an dan menyembah Allah), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) untuk menjadi teman yang selalu menyertainya.

وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ [٤٣:٣٧]

Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan Allah tapi mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ [٤٣:٣٨]

Sehingga saat seseorang yang berpaling itu datang kepada kami, dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara dua timur, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".


ويا أيها السائل عن زوجة إبليس فإنها خُلقت بكن فيكون، وذريتهم والمردة جميعهم ذرية إبليس أعداء لله ولكم، ولذلك قال الله تعالى: {وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الجنّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ‌ رَ‌بِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّ‌يَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا ﴿٥٠﴾} صدق الله العظيم [الكهف].

Jawaban untuk anda yang bertanya tentang istri Iblis (Lucifer), bahwasanya dia diciptakan dengan kekuatan Allah (“Jadilah, maka jadi”), dan keturunan mereka dan raksasa-raksasa adalah anak-anak Iblis (Lucifer) semua dari mereka adalah musuh Allah dan musuh anda.

Untuk itu Allah SWT berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ ۚ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا [١٨:٥٠]

Dan ketika kami berkata kepada malaikat-malaikat: “sujudlah diri kalian kepada Adam.” Lalu mereka sujud kecuali Iblis (Luciver). Dia adalah salah satu jin, dia mengingkari perintah dari Tuhannya. Akankah kalian kemudian mengambil dia dan keturunannya sebagai pelindung dan penolong selain Aku sementara mereka adalah musuh-musuh untuk kalian? Betapa setan adalah merubah menjadi orang-orang yang dholim (politeis dan pelaku kerusakan).


وجعلهم ملكين، ولذلك أوهم الشيطان آدم وزوجته أنهما إذا أرادا أن يكونا ملكين مثلهم خالدين طيلة الحياة الدنيا فعليهم أن يأكلا من هذه الشجرة فيكونا ملكين خالدين في هذا الملك الذي مكّنهم الله فيه، ولذلك قال لهم: {مَا نَهَاكُمَا رَ‌بُّكُمَا عَنْ هَـٰذِهِ الشَّجَرَ‌ةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ ﴿٢٠﴾ وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ ﴿٢١﴾} صدق الله العظيم [الأعراف].

Dan mereka memberikan kemampuan untuk berubah menjadi malaikat. Itulah bagaimana setan membohongi Adam dan istrinya mengatakan bahwa jika mereka menginginkan untuk menjadi malaikat seperti dia bisa dan menjadi abadi (selama ada kehidupan) mereka harus memakan dari pohon untuk menjadi malaikat abadi di kebun (surga) mereka bahwa Allah telah memberikan kepada mereka.

Allah SWT mengatakan pada kita apa yang setan katakan kepada mereka.

مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ الشَّجَرَةِ إِلَّا أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ [٧:٢٠]

Dia (Iblis/Lucifer) berkata: “Tuhanmu tidak melarangmu, pohon ini aman kamu seharusnya menjadi malaikat atau menjadi yang abadi” dan dia (setan) bersumpah dengan nama Allah untuk mereka berdua (berkata):

وَقَاسَمَهُمَا إِنِّي لَكُمَا لَمِنَ النَّاصِحِينَ [٧:٢١]

“Sesungguhnya aku adalah orang yang memberi nasehat kepada kalian berdua”


فظنَّ آدم وزوجته أنّ الذين يحملون الصفات الملائكيّة من الجنّ أنّ سر تقلبهم في الخلق إلى صفات ملائكيّة في خلقهم هو أكلهم من تلك الشجرة، ولذلك سماها الشيطان شجرة الخلد بمعنى أنّ من أكل منها صار ملكاً كريماً مخلداً؛ بل هي الشجرة الملعونة في القرآن وتم اجتثاثها وزرعها في أصل الجحيم لتكون طعام الأثيم.

Jadi Adam dan istrinya menganggap bahwa mereka yang memiliki kualitas malaikat ini antara jin mendapatkan kemampuan mereka untuk berubah menjadi malaikat dengan memakan dari pohon.

Itulah mengapa syaitan (setan) menyebutnya pohon keabadian, maksudnya bahwa siapa saja memakan darinya akan menjadi malaikat abadi yang terhormat.

Tapi bukan itu melainkan pohon kutukan dalam Al-Qur'an suci itu adalah mencabut dan meremajakan inti kedalaman neraka untuk dijadikan makanan bagi pelaku dosa


ولا يزال لدينا الكثير من بسطة العلم ونعلم من الله ما لا تعلمون، ولكن الأمر سوف يكون غريباً على الذين لا يوقنون، ولذلك لا نزال نرفق بهم ونبيّن الكتاب شيئاً فشيئاً لنثبِّت به أفئدة قومٍ يحبهم الله ويحبونه، ونزيدهم إيماناً بالبيان الحقّ للكتاب وذكرى لأولي الألباب لعلهم يتقون.

Kami masih memiliki banyak pengetahuan dan saya tahu dari apa yang Allah ajarkan padaku apa yang anda tidak tahu. Tapi ini akan menjadi asing untuk orang-orang yang tidak memiliki kepercayaan yang kuat.

Karena itulah saya masih berusaha untuk peduli pada anda dan mengajari anda kitab Allah langkah demi langkah untuk hati anda menjadi kuat, mereka yang mencintai Allah dan Allah mencintai mereka, sehingga keyakinan mereka dan iman mereka kepada Al-Qur'an bertambah dan mengingat di dalam pikiran orang-orang mungkin mereka menjadi di antara orang-orang bertaqwa (orang beriman yang takut pada Allah).


وختام بياني هذا فلماذا لن يستطيع المسيح الكذاب أن يعطيَكم قصور الفضة ذات الأبواب من الذهب؟ وذلك لأن الله سوف يخرجه منها إليكم مذءوماً مدحوراً، كون الله يعلم أنه لو يتركه فيها فسوف يفتن بها الناس فيجعلهم أمّةً واحدةً على الكفر، ولذلك قال الله تعالى: {وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

Pada kesimpulan dari pernyataan saya, mengapa Dajjal tidak akan mampu memberi anda kerajaan-kerajaan perak dengan pintu-pintu emas? Itu karena dia akan dibuang dari kebun (surga).

Itu karena jika Allah akan meninggalkannya di dalamnya dia akan membohongi semua orang dan membuatnya satu bangsa dari orang-orang tidak beriman.

Untuk itu Allah SWT berfirman:

وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ [٤٣:٣٣]

Dan jika bukan karena manusia akan bersatu menjadi satu bangsa (segala cita-cita kehidupan duniawi orang-orang yang tidak beriman) kami akan menyajikan untuk mereka yang tidak beriman dalam maha kasih Allah, atap perak untuk rumah-rumah mereka, dan tangga-tangga untuk mereka naiki.

وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ [٤٣:٣٤]

Dan untuk rumah-rumah mereka pintu-pintu dan tahta-tahta untuk mereka bersandar

وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ [٤٣:٣٥]

Dan perhiasan-perhiasan emas. Namun semua ini tidak akan ada artinya tetapi sebuah kesenangan dari dunia ini. Dan akhirat dengan Tuhanmu adalah hanya untuk orang-orang yang bertakwa (orang-orang beriman yang takut pada Allah).

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ [٤٣:٣٦]

Dan siapa saja yang berpaling dari mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an dan menyembah Allah), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) untuk menjadi teman yang selalu menyertainya.

وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ [٤٣:٣٧]

Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan Allah tapi mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ [٤٣:٣٨]

Sehingga saat seseorang yang berpaling itu datang kepada kami, dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara dua timur, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".


ولكن الله سوف يورثها للإمام المهدي المنتظر الذي يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الإيمان يعبدون الله لا يشركون به شيئاً، حتى إذا أَزِفَ الرحيل إليها والوصول إلى أبوابها سوف نجد بشراً من الملائكة ينتظرون لطاعة خليفة الله وعبده الإمام المهدي كما أمرهم الله بطاعته بقيادة الملك جبريل عليه وعليهم الصلاة والسلام، وكذلك الصالحين من الجنّ ومعنا الصالحون من الإنس. وإلى الله ترجع الأمور يعلم خائنة الأعين وما تخفي الصدور.

Allah akan memberikan kebun (surga) kepada Imam Mahdi yang dinantikan untuk diwarisi, seseorang yang menginginkan untuk membuat masyarakat satu bangsa dalam naungan iman kepada Allah, menyembah Allah dan tidak menyekutukan (dalam menyembah) apapun dengan Tuhan kami sampai waktu itu.

Saat kita akan sampai ke arah tempat itu dan menjangkau gerbangnya, kita akan menemukan malaikat-malaikat berubah menjadi manusia menunggu untuk kita mentaati hamba Allah, khalifah, seperti yang Allah SWT perintahkan kepada mereka di bawah perintah malaikat Jibril As, sebaik yang beriman di antara jin dan yang beriman di antara manusia. Bagi Allah kembalinya semua hal dan Dia tahu penghianat dari penglihatan, dan semua yang tersembunyi dalam hati


ويا أحباب الله لربما نُعْرِضُ عن بيان بعض الآيات كون بيانها في كشف أسرارٍ للأعداء من شياطين الجنّ والإنس، ولكنكم تجبروني على ذلك بسبب إلحاحكم على إمامكم. فما أعرضنا عن بيانه من القرآن حين نُسألُ عنها فاعلموا أن ذلك ليس عجزاَ منى عن بيانها، ولكني أرى في تأخير بيانها حكمةً فلا تغضبوا، وإن أجبرتموني أنتم والسائلون فسوف نبيّنها بالحقّ إن يشأ الله، ومن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر، ولكن أخشى من بيانها أن يسيئكم فيعظم بيانها ويكبر في نظركم وعلى عقولكم، فيقول الذين لا يعلمون: فكيف يكون جبريل وكافة جند الله بالسموات العُلى فكيف يكونون من جنود المهدي المنتظر ناصر محمد اليماني فيطيعون أمره؟ ومن ثمّ نردّ عليهم بالحقّ ونقول: ألم يأمرهم الله بسجود الطاعة من قبل لخليفته آدم عليه الصلاة والسلام، فلماذا ترون ذلك كبيراً في حق الإمام المهدي المنتظر ناصر محمد اليماني الذي يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الهدى والإيمان؟ وخصمي المسيح الكذاب الشيطان هدفه عكس هدف المهدي المنتظر، كون الشيطان المسيح الكذاب يريد أن يجعل الناس أمّةً واحدةً على الكفر بالله، فذلك هدف الشيطان. ولذلك قال الله تعالى: {وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أمّةً واحدةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ‌ بِالرَّ‌حْمَـٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِ‌جَ عَلَيْهَا يَظْهَرُ‌ونَ ﴿٣٣﴾ وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُ‌رً‌ا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ ﴿٣٤﴾ وَزُخْرُ‌فًا وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَ‌ةُ عِندَ رَ‌بِّكَ لِلْمُتَّقِينَ ﴿٣٥﴾ وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ‌ الرَّ‌حْمَـٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِ‌ينٌ ﴿٣٦﴾ وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ ﴿٣٧﴾ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِ‌قَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِ‌ينُ ﴿٣٨﴾} صدق الله العظيم [الزخرف].

Wahai kalian yang dicintai Allah, saya mungkin terlambat mengklarifikasi beberapa ayat Al-Qur'an karena mungkin itu untuk merahasiakan dari musuh kami, setan diantara jin dan manusia, tapi desakan anda menyerang saya untuk membukanya.

Ketahuilah bahwa apapun kami tidak mengklarifikasi antara ayat-ayat dari kitab adalah karena tidak diinginkan untuk membuka rahasia-rahasia kami dan itu bukan karena saya tidak mampu untuk membuat ayat-ayat jelas, tapi karena saya mempercayainya itu adalah kebijaksanaan untuk menunda penjelasan. Jadi mohon jangan marah kepada imam kalian.

Untuk itu, jika kalian tetap dengan tegas saya akan menjelaskannya dan membuatnya jelas dengan kebenaran Allah ketika Allah menghendaki dan kemudian siapapun yang akan beriman dan siapapun yang tidak akan beriman.

Tapi saya kuatir bahwa saat saya membuat ayat-ayat jelas kepada anda, anda mungkin melihatnya luar biasa dan menemui kesulitan dari pikiran anda untuk percaya.

Beberapa orang mungkin heran;

Bagaimana bisa malaikat Jibril As dan semua tentaranya Allah dalam tujuh langit menjadi kekuatan militer Imam yang dinantikan Nasser Muhammad Al-Yamani dan mentaatinya
?

Kemudian kami menjawab mereka dan berkata: tidakkah Allah memerintahkan mereka semua untuk sujud kepada khalifah-Nya Adam As sebelumnya?

Kemudian mengapa anda menemukan terlalu banyak untuk dipercaya ketika datang kepada Imam Al-Mahdi As yang dinantikan (seorang pembimbing) Nasser Muhammad Al-Yamani yang menginginkan semua orang menjadi satu bangsa yang terpimpin semua beriman kepada Allah
?

Musuh saya adalah Dajjal (Lucifer), tujuan dia adalah berlawanan dengan tujuan dari Imam yang dinantikan, sejak Dajjal menginginkan untuk membuat semua orang satu bangsa yang tidak beriman.

Untuk itu Allah berfirman:

وَلَوْلَا أَن يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَّجَعَلْنَا لِمَن يَكْفُرُ بِالرَّحْمَٰنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِّن فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ [٤٣:٣٣]

Dan jika bukan karena manusia akan bersatu menjadi satu bangsa (segala cita-cita kehidupan duniawi orang-orang yang tidak beriman) kami akan menyajikan untuk mereka yang tidak beriman dalam maha kasih Allah, atap perak untuk rumah-rumah mereka, dan tangga-tangga untuk mereka naiki.

وَلِبُيُوتِهِمْ أَبْوَابًا وَسُرُرًا عَلَيْهَا يَتَّكِئُونَ [٤٣:٣٤]

Dan untuk rumah-rumah mereka pintu-pintu dan tahta-tahta untuk mereka bersandar

وَزُخْرُفًا ۚ وَإِن كُلُّ ذَٰلِكَ لَمَّا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۚ وَالْآخِرَةُ عِندَ رَبِّكَ لِلْمُتَّقِينَ [٤٣:٣٥]

Dan perhiasan-perhiasan emas. Namun semua ini tidak akan ada artinya tetapi sebuah kesenangan dari dunia ini. Dan akhirat dengan Tuhanmu adalah hanya untuk orang-orang yang bertakwa (orang-orang beriman yang takut pada Allah).

وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَٰنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ [٤٣:٣٦]

Dan siapa saja yang berpaling dari mengingat Tuhan Yang Maha Pemurah (Al-Qur'an dan menyembah Allah), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) untuk menjadi teman yang selalu menyertainya.

وَإِنَّهُمْ لَيَصُدُّونَهُمْ عَنِ السَّبِيلِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ [٤٣:٣٧]

Dan sesungguhnya syaitan-syaitan itu benar-benar menghalangi mereka dari jalan Allah tapi mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَنَا قَالَ يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ بُعْدَ الْمَشْرِقَيْنِ فَبِئْسَ الْقَرِينُ [٤٣:٣٨]

Sehingga saat seseorang yang berpaling itu datang kepada kami, dia berkata: "Aduhai, semoga (jarak) antaraku dan kamu seperti jarak antara dua timur, maka syaitan itu adalah sejahat-jahat teman (yang menyertai manusia)".


كونه يريد أن يُغضب الله لأنّ الله لا يرضى لعباده الكفر، وقال الله تعالى: {إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ} صدق الله العظيم [الزمر:7].

karena dia menginginkan untuk menentang Allah dan membuat-Nya marah. Allah berfirman:

إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ

Jika kamu tidak beriman maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkanmu Dia tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang tidak beriman
(Az-Zumar:7)


ولذلك يريد الشيطان أن يُذهب رضوان الله في نفسه بتحقيق هدفه أن يجعل عباده أمّةً واحدةً على الكفر بالله، ولكنّ الإمام المهدي سَعيُهُ بعكس سعيّ الشيطان، ويريد أن يحقق هداية الأمة جميعاً فيجعلهم أمّةً واحدةً على صراط مستقيم يعبدون الله وحده لا شريك له فيرضى، ولن يتحقق رضوان الله في نفسه إلا أن يشكره عباده فيؤمنون به ويعبدوه وحده لا شريك له. تصديقاً لقول الله تعالى : {إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ} صدق الله العظيم [الزمر:7].

Syaiton (setan) ingin mencegah/melawan Ridho Allah (membuat Allah tidak Ridho kepada yang tidak beriman dari hamba-hamba-Nya yang ada di dalam api neraka) dengan memenuhi tujuannya.

Yaitu membuat masyarakat satu bangsa dari golongan orang-orang yang tidak beriman kepada Allah. Sementara Imam Al-Mahdi yang ditunggu berusaha untuk melakukan sebaliknya

إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ ۖ وَلَا يَرْضَىٰ لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ ۖ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

Jika kamu tidak beriman maka sesungguhnya Allah tidak membutuhkanmu Dia tidak menyukai hamba-hamba-Nya yang tidak beriman, Dia meridhoi kesyukuranmu itu.
(Az-Zumar:7)


فكم تجهلون قدر المهدي المنتظر الذي لا تحيطون بسره وتعرضون عن أمره! وهل دعاكم إلى الكفر بالله؟ بل يدعوكم الليل والنهار إلى الشكر لله فتعبدون الله وحده لا شريك له حتى يرضى، ولذلك خلقكم لتتبعوا رضوانه إن كنتم إياه تعبدون ولذلك خلقكم. تصديقاً لقول الله تعالى: {وَمَا خَلَقْتُ الجنّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ} صدق الله العظيم [الذاريات:56].

Bagaimana anda tidak sadar dengan kedudukan dari Imam Mahdi yang dinantikan dan bagaimana terlupakan anda dari rahasianya dan membuta kepadanya.

Apakah dia mengajak anda untuk tidak beriman kepada Allah? Dia mengajak anda, siang dan malam, untuk bersyukur kepada Allah dan untuk tidak menyembah satu pun kecuali menyembah Allah sendiri sampai Allah ridho, Allah yang menciptakan anda untuk mengikuti apa yang diridhoi-Nya jika anda sungguh-sunguh menyembah-Nya, untuk itu Dia menciptakanmu. Itulah mengapa Dia menciptakan anda.

Allah SWT berfirman :

{وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ}

Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali bahwa mereka harus menyembah-Ku
(Ad-Dhariyat:56)


ونهديكم بالبيان الحق للقرآن المجيد إلى اتَّباع رضوان الله إن كنتم إياه تعبدون، فاتَّبعوني أهدكم بالقرآن المجيد إلى رضوان العزيز الحميد. تصديقاً لقول الله تعالى: {قَدْ جَاءَكُمْ رَ‌سُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرً‌ا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ‌ قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّـهِ نُورٌ‌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ ﴿١٥﴾ يَهْدِي بِهِ اللَّـهُ مَنِ اتَّبَعَ رِ‌ضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِ‌جُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ‌ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَ‌اطٍ مُّسْتَقِيمٍ ﴿١٦﴾} صدق الله العظيم [المائدة].

Kami membimbing anda dengan membuat Al-Qur'an yang agung jelas untuk anda sehingga anda mengikuti ridho Allah jika anda tidak menyembah apapun kecuali menyembah Allah.

Mengikuti saya untuk membimbing anda dengan Al-Qur'an yang agung kepada ridho Allah yang maha kuat, pemilik segala pujian.

Allah SWT berfirman:

يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ ۚ قَدْ جَاءَكُم مِّنَ اللَّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ [٥:١٥]

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan.

يَهْدِي بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلَامِ وَيُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ [٥:١٦]

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.


وسلامٌ على المرسلين، والحمد لله ربّ العالمين..
أخو المؤمنين الذليل عليهم، العزيز على الكافرين الذين يريدون أن يطفئوا نور الله؛ الإمام المهدي ناصر محمد اليماني.

Damai beserta seluruh utusan Allah dan segala puji dan syukur kepada Allah Tuhan dari semua yang ada. Saudara dari mereka yang percaya/tunduk ditujukan kepada orang-orang beriman, keburukan ditujukan kepada yang tidak beriman yang ingin mematikan cahaya Allah.

Imam Pembimbing, Nasser Muhammad Al-Yamani


____________
sumber asal

http://www.awaited-mahdi.com/showthread.php?t=5610

Terjemahan English-Melayu oleh (C)